Senin, 28 September 2015

Syukur Dibalik Musibah

Share & Comment




Bersyukur ketika mendapatkan kebahagian atau rezeki itu suatu yang biasa. Tapi bagaimana caranya anda bersyukur ketika mendapatkan sebuah musibah dari Allah SWT? Berikut sebuah cerita yang mengambarkan alasan kenapa anda harus tetap bersyukur ketika anda mendapatkan musibah.
Keluarga Anton serba kekurangan, gaji yang ia miliki hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Jangankan untuk berlibur dan membeli mobil mewah, untuk memperbaiki motor tua peninggalan ayahnya saja ia tidak sanggup.
Nasib baik. Teman dekat Anton semasa SMA dulu, Tony memiminjamkannya rumah dan mobil mewah di dalamnya. Tony adalah salah satu pengusaha dalam jajaran orang terkaya di Indonesia. “Aku percayakan rumahku padamu. Selama satu tahun ini, aku dan keluarga akan keluar negeri untuk urusan bisnis” jelas Tony. Mendengar hal tersebut Tony langsung dibanjiri rasa syukur dan ucapan terima kasih dari Anton. “Terima kasih, Ton.” Berkali-kali Anton mengucapkan kalimat itu kepada sahabatnya.
Satu tahunpun berlalu begitu cepat. Menjelang kepulangan keluarga Tony. Anton sekeluarga membersihkan rumah mewah tersebut. Mereka pun tak lupa mempersiapkan pesta penyambutan dengan memasakkan masakan spesial sebagai bentuk  ucapan terima kasih. “Terima kasih Tony. Kami tidak akan melupakan perbuatan baikmu ini,” ucap Anton ketika meninggalkan rumah setelah pemiliknya kembali. Dan kini ia kembali ke kehidupanya yang lama. Akan tetapi hatinya senang karena bisa merasakan tinggal di rumah mewah.
Melalu cerita di atas terlihat bahwa Anton masih dapat mengucapkan rasa syukur dan berterima kasih atas pemberian yang ia dapatkan. Walaupun hal tersebut telah diambil kembali oleh pemiliknya. Tapi mengapa kebanyakan dari anda sangat sulit besrsyukur ketika rumah anda terbakar? Padahal Allah SWT sudah sangat baik memberikan tempat tersebut selama ini. Mengapa anda tidak dapat bersyukur kepada-Nya ketika orang tua yang anda sayangi meninggalkan anda? Padahal Allah SWT sudah sangat baik memberikan keduanya untuk merawat dan membesarkan anda selama ini. Lalu mengapa anda tidak dapat bersyukur ketika HP, mobil, motor, atau barang berharga anda hilang dicuri orang? Padahal Allah SWT sudah terlalu baik memberikan benda berhaga tersebut kepada anda. Bukankan semua itu milik Allah, sebagaimana yang dijelaskan dalam ayat berikut,
الذين اذا اصابتهم مصيبة قالوا انا لله وانا اليه راجعون
“(Yaitu) orang-orang yang apabila mereka ditimpa oleh suatu kesusahan, mereka berkata: Sesungguhnya kami adalah kepunyaan Allah dan kepada Allah jualah kami kembali.” (Al Baqarah, 156). Apakah saat ini anda sudah mulai mengerti mengapa kita harus tetap bersyukur di saat kita ditimpa musibah?
Hal lain yang sering menjadi masalah kebanyakan dari manusia saat ini sulit bersyukur adalah berpikiran negatif atas pemberian Allah. Berpikir Allah jahat karena telah mengambil rumah, kesehatan, orang yang anda sayangi, pekerjaan, atau harta yang anda miliki saat ini. Semakin anda berpikir negatif, anda akan semakin sulit menemukan rasa syukur tersebut di hati anda. Cobalah untuk menerima hal tersebut dan berpikirlah ada hal baik di balik ini semua. Sebuah cerita yang dapat memberikan gambaran hal tersebut,
Seorang gadis kecil meratap di tepian sungai. Gadis tersebut berpikiran Tuhan jahat. “Aku meminta pada Allah setangkai bunga segar, Ia memberikanku aku kaktus berduri. Aku meminta pada Allah binatang mungil dan cantik, Ia memberikanku ulat berbulu” ucapnya kepada air yang mengalir di depannya. Ia mengutuk perbuatan jahat Tuhan kepadanya. Gadis itu sempat sedih, protes dan kecewa, betapa tidak adilnya ini. Namun kemudian keesokan harinya ia kembali dengan senyuman. Kaktus itu berbunga sangat indah, dan ulat itu pun tumbuh menjadi kupu-kupu yang cantik.
Melalui cerita ini kita menjadi paham bahwa terkadang Allah SWT memberikan sesuatu yang indah di luar akal kita. Namun karena keterbatasan akal manusia menyebabkan nikmat yang indah dari-Nya ini sulit terlihat oleh manusia. Sering kali nikmat yang ia berikan kepada kita berupa sebuah ujian. Namun yakinlah ujian tersebut adalah anak tangga yang baik untuk naik ke tingkat yang lebih tinggi. Jadikanlah ujian dan musibaha yang menimpa kita sebagai motivasi untuk menjadi lebih baik. Teruslah bersyukur atas pemberian-Nya walaupun saat ini hal tersebut terlihat pahit. (Bahrun/ Lines)
Tags:
 
Copyright © DPW LDII Papua Barat |Created By s@e| Templateism.com